Tepian sungai Rahtawu Muria adalah sumber inspirasi yang seolah tidak pernah habis. Kali ini saya ingin coba lagi tepian sungai yang dekat dengan kawasan keramat pertapaan Eyang Puntodewo. Musim kemarau membuat debit air menyusut namun tidak mengurangi kesejukan airnya. Sisa sampah dari banjir kemarin masih terlihat menyangkut di batuan besar. Yang dilakukan pertama tentu adalah memilih tempat yang agak datar dan sekira terlihat nyaman. Terlihat ada dataran berpasir yang cukup bersih di balik batu besar. Rupanya hari mulai panas sehingga diperlukan membangun serter bivak dari selembat kain yang kubawa. Tiangnya memakai sampah bambu yang tersangkut di batuan. Ternyata sampah sampah itu masih sangat berguna. Maka jadilah bivak sederhana yang cukup melindungi segala kegiatan yang akan kulakukan yaitu menggambar, memasak dan terakhir mandi di sungai di air segar dan bening itu.
Kali Pertapaan Puntodewo | ink on paper | A4 | 2026

No comments:
Post a Comment