Kedua yoni ini terletak di halaman perumahan kompleks Koramil Modjo Sragen yang berada di selatan Pasar Bunder. Yoni yang tanpa cerat memiliki ukuran bujursangkar 58 cm x 58 cm dan tinggi 47 cm dengan lubang untuk lingga berukuran 20 cm x 19 cm dengan kedalaman 31 cm. Sedangkan Yoni yang masih memiliki cerat memiliki bentuk bujur sangkar 55cmx 55cm dan tinggi 57 cm dengan lubang lingga berukuran 16cmx 15cm dengan kedalaman 26 cm. Tinggalan ini merupakan sisa masa klasik (Hindu dan Buddha) yang berhubungan dengan kesuburan. Yoni merupakan pergantian dewi Parvati istri Dewa Shiwa. Kalau di dalam candi Hindu Yonni akan berpasangan dengan lingga berperan sebagai Dewa Shiwa. Di kabupaten Sragen banyak ditemukan yoni yang berdiri sendiri, hal ini dikaitkan dengan ritus pemujaan yang menjanjikan kesuburan lahan agar panen berhasil. Ritus Dahulu ini dilakukan pada saat hendak cocok ditanam, dan pada masyarakat Jawa yang dikenal dengan Dewi Sri sang Dewi Kesuburan. Kedua Yonni ini memiliki bentuk yang sangat sederhana, persegi masif nyaris tanpa motif hiasan apapun dan pembuatannya tidak dikerjakan secara halus hingga berkesan kaku. Selain kedua Yonni tersebut ada satu arca Durga Mahisa Suramardhini yang sepertinya belum selesai atau belum selesai dikerjakan. Arca Durga ini berada di samping Yonni, ada kemungkinan benda cagar budaya ini tidak ada di tempatnya, kemungkinan dikumpulkan dari beberapa daerah. Durga Mahisa Sura Mardhini yang merupakan gabungan dari kata Durga, Asura dan Mardhini. Arca Durga memiliki banyak tangan lebih dari 8, 12 atau pada beberapa Arca hingga 16. Dewi Durga adalah nama sakti atau istri Dewa Shiwa, Mahisa adalah kerbau, Asura raksasa sedang Mardhini berarti menghancurkan atau membunuh. Jadi Durga Mahisa Suramardhini berarti Dewi Durga yang sedang membunuh raksasa yang ada di dalam tubuh seekor kerbau. Durga merupakan tokoh dewi yang terkenal di India dan sangat dippuja dalam agama Hindu. Durga sebagai dewi digambarkan sedang membawa senjata. Tangan atasnya membawa cakra yang dibekali oleh Dewa Wishnu. Juga membawa pedang yang panjang dan busur panah dengan mata panahnya. Tangan sebelah kanan menarik ekor kerbau ( Mahisa yang sudah mati). Tangan kiri menjambak rambut Asura, tangan lainnya membawa Pitaka (perisai) dan Cangka (Cangkang kerang mempersembahkan Dewa Wishnu). Durga digambarkan dalam adegan kemenangan setelah berhasil mengalahkan Asura yang berubah bentuk seperti kerbau sangat besar.
Pasar dan Lingga | Ink on Paper | 32 X 23.5 cm | 2024